Mahasiswa KKN-PPM UGM "Bakam Bercerita" Terima Kunjungan Delegasi BOKU Austria

Mahasiswa KKN-PPM UGM "Bakam Bercerita" Terima Kunjungan Delegasi BOKU Austria

Bangka – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Unit "Bakam Bercerita" menerima kunjungan delegasi dari BOKU University Austria dalam rangka pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat berbasis Community Development dengan skema Riset Aplikatif dan Pemberdayaan Masyarakat. Kegiatan ini menjadi wadah pertukaran pengetahuan sekaligus penguatan kolaborasi internasional dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Bangka.

Program pengabdian tersebut mengusung tema "Integrasi Adaptasi Perubahan Iklim, Inovasi Agro Engineering, dan Perencanaan Pembangunan Daerah untuk Keberlanjutan Perkebunan Lada Putih di Pulau Bangka." Melalui pendekatan multidisiplin, program ini berfokus pada pengembangan solusi adaptif terhadap perubahan iklim, penerapan inovasi teknologi pertanian, serta penyusunan strategi pembangunan daerah yang mampu mendukung keberlanjutan komoditas unggulan Bangka, yaitu lada putih.

Delegasi dari BOKU University Austria yang hadir dalam kunjungan ini terdiri atas Priv.-Doz. Rebecca Hood-Nowotny, M.B.A., Ph.D., Juliana Jäggle, M.Sc., dan Lea Wellinger, M.Sc. Kegiatan tersebut turut didampingi oleh tim dosen dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada, yakni Dr.nat.techn. Rizki Maftukhah, S.T.P., M.Sc., Ir. Andri Prima Nugroho, S.T.P., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., Dr. Prieskarinda Lestari, S.T., serta Dr. Ngadisih, S.T.P., M.Sc.

Dalam suasana diskusi yang berlangsung hangat, mahasiswa KKN-PPM UGM memaparkan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang sedang dijalankan di Desa Bukit Layang, Kecamatan Bakam. Diskusi kemudian berkembang pada berbagai tantangan pembangunan desa, khususnya yang berkaitan dengan sektor pertanian dan keberlanjutan komoditas lada putih sebagai identitas Kabupaten Bangka.

Salah satu topik utama yang dibahas adalah kondisi mata pencaharian masyarakat Desa Bukit Layang yang mayoritas bekerja sebagai petani kelapa sawit maupun pekerja tambang. Perubahan pola mata pencaharian tersebut dinilai turut memberikan dampak terhadap keberlangsungan sektor perkebunan lada di Pulau Bangka.

Dalam kesempatan tersebut, tim dosen Fakultas Teknologi Pertanian UGM menjelaskan bahwa Bangka dikenal sebagai salah satu penghasil lada putih terbaik di dunia melalui komoditas Muntok White Pepper. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, produktivitas lada putih mengalami penurunan akibat semakin luasnya alih fungsi lahan menjadi kawasan  pertambangan timah maupun perkebunan kelapa sawit. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan utama yang saat ini dihadapi pemerintah daerah dalam upaya mengembalikan kejayaan lada putih sebagai komoditas unggulan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat Bangka.

Diskusi juga membahas pentingnya integrasi antara adaptasi perubahan iklim, inovasi agro engineering, dan perencanaan pembangunan daerah sebagai strategi jangka panjang untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan perkebunan lada putih. Melalui sinergi antara akademisi, mahasiswa, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan dapat lahir berbagai inovasi yang mampu menjawab tantangan perubahan iklim serta meningkatkan kesejahteraan petani.

Bagi mahasiswa KKN-PPM UGM Unit "Bakam Bercerita", kunjungan ini menjadi pengalaman berharga untuk memperluas wawasan mengenai isu pembangunan berkelanjutan sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi internasional. Interaksi langsung dengan para peneliti dari Austria memberikan perspektif baru mengenai pengembangan pertanian berbasis riset, inovasi teknologi, dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang berkelanjutan antara Universitas Gadjah Mada, BOKU University Austria, pemerintah daerah, serta masyarakat Bangka dalam mendukung pelestarian dan pengembangan komoditas lada putih. Kolaborasi lintas negara tersebut diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang tidak hanya menjaga keberlanjutan Muntok White Pepper, tetapi juga meningkatkan daya saingnya sebagai salah satu komoditas unggulan Indonesia di pasar dunia.


Bagikan :


Kembali ke Halaman Utama Berita

Dipublikasikan: